Siapa yang harus di salahkan,,,,,,,????
Biasanya acara adat (Hikok Helawang) di kampung kami selalu ramai dan ribuan orang bersilaturahmi ke desa kami yakni (desa Bedengung) tapi sekarang apa yang terjadi...? Bahkan tidak di rayakan sama sekali cuma nganggung/ngumpul di masjid merayakan isra' mi'raj,,, tidak ada lagi silaturahmi antar desa,,,, kenapa bisa begini....? Padahal semua masyarakat di desa Berdengung hasil panennya memuaskan semua, bahkan ada yg dapat 2 ton lebih tahun ini,,,, tapi kenapa tidak di rayakan nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada masyarakat desa Berdengung, padahal kalau di rayakan kita bisa berjumpa lagi dengan sanak keluarga yang jauh di sana,, bisa bersilaturahmi lagi, bercanda tawa dan lain-lain, apa penyebabnya...?
Salah satunya adalah Faktor Ekonomi.?
Kenapa barang-barang sembako mahal ?
Kenapa harga karet murah ?
Kenapa harga BBM mahal ?
Siapa yang harus disalahkan?
Sekarang ini, tidak seimbang lagi biaya Pemasukan dengan Pengeluaran, harga-harga Pemasukan Murah,,, begitu murahnya harga-harga sawit, ubi, karet, cuma satu yang bisa diandalkan yaitu sahang dan sekarang semakin turun. Tapi apakah sebanding dengan harga Pengeluaran yang semuanya semakin naik dan naik,,,,, gak pernah ada turunnya,,,,, kenapa bisa begini,,, mulai dari sembako untuk kebutuhan pokok sampai dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Kenapa bisa begini,,,,? Harga Pemasukan semakin kecil,,,,,, nilainya, harga Pengeluaran semakin besar nilainya, hari demi hari.... Terus berjalan waktu ini, siapa yang bisa merubah harga Pemasukan semakin tinggi dan harga Pengeluaran semakin rendah,,, inilah yang kami harapkan. Terus sekarang ini siapa yang harus di salahkan...? Kenapa bisa begini.?
Kamis, 05 Mei 2016
Krisis Ekonomi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar